Kerugian Negara dalam Kasus Izin Fasilitas Ekspor Minyak Goreng Masih Dihitung Kejagung

Rabu, 20 April 2022 14:10 WIB

Share
Kerugian Negara dalam Kasus Izin Fasilitas Ekspor Minyak Goreng Masih Dihitung Kejagung
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. (Instagram.com/@jaksa_agungri)

INFO UMKM - Tim Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pemberian izin fasilitas ekspor minyak goreng periode 2021-2022. 

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi dugaan tindakan gratifikasi. 

"Perhitungan kami, sedang dilaksanakan."

"Kemudian kalau itu ada gratifikasi pasti akan didalami," terang Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam siaran persnya, di Jakarta. 

Dalam kasus kali ini, Burhanuddin memastikan bakal menangani perkara tersebut secara cepat dengan mencari adanya dugaan pelanggaran melawan hukum dalam praktek izin ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

"Jadi UU untuk sarana melawan hukum saja. Kami akan segera dalami ini, kami akan minta pada Dirdik Jampidsus harus segera, kita mungkin tidak hal-hal biasa," jelasnya. 

"Kita akan lakukan penanganan ini yang luar biasa, karena memerlukan kecepatan," tegasnya. 

Sebelumnya, Kejagung sudah menetapkan empat tersangka salah satunya Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana. 

Selanjutnya, tiga orang lainnya Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group; dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas. 

"Makanya kita tetapkan tersangka, hari ini kita tahan, artinya kita sangat memerlukan kecepatan," tuturnya. 

Halaman
1 2
Reporter: Admin Info Umkm
Editor: Admin Info Umkm
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar